Showing posts with label Bengkel Sepeda. Show all posts
Showing posts with label Bengkel Sepeda. Show all posts

Monday, January 10, 2011

Bengkel Sepeda: Upgrade Sepeda

Selain tentunya hobby gowes itu sendiri, hobby ngoprek sepeda merupakan hobby lain yang melengkapi, sama dengan hobby seperti mobil, motor dsb.Upgrade sepeda merupakan kesenangan tersendiri, baik untuk pimp up (dress up accessories) atau upgrade fungsional. Kalau di mobil upgrade mesin, ngoprek piggy back tune up dsb adalah upgrade fungsional agar lebih bertenaga, sedangkan dress up tentunya memasang kit, ganti velg, cat ulang, cutting sticker dsb.

A. Upgrade Fungsional
Di sepeda hampir sama, namun karena tidak ada nya mesin maka komponen utama upgrade fungsional adalah upgrade group set yang termasuk didalamnya crank, chainring, cassette, FD dan RD serta brake set. Upgrade fungsional di sepeda umumnya diarahkan agar komponen sepeda menjadi lebih ringan, fungsi lainnya yang cukup penting adalah kenyamanan yang fokusnya ditargetkan kepada suspensi dan sadle, dan juga dimensi sepeda di set menggunakan seatpost, stem dan handle bar. Urutan prioritas untuk upgrade fungsional sebenarnya bergantung dari tujuan, misalnya untuk balap tentunya upgrade dimensi, dan berat lebih ringan mungkin lebih utama, sedangkan kenyamanan diset agak lebih rendah karena yang penting bisa cepat (contohnya suspensi lebih keras dsb). Untuk goweser umum (weekend warrior) dan bukan racer upgrade umumnya ditujukan lebih pada kenyamanan. Sedangkan untuk bobot ringan selain umumnya relatif lebih mahal juga dampaknya lebih terasa untuk racer sedangkan pemakaian biasa tidak terlalu signifikan kecuali tentunya komponen ringan setara dengan prestige karena memang mahal dan bermerek.

1. Upgrade Dimensi
Upgrade dimensi ditujukan untuk menyesuaikan dimensi sepeda agar posisi lebih sesuai/pas (sebenarnya waktu beli harus disesuaikan) namun kadangkala bisa lebih diperbaiki misalnya stem terlalu pendek, handle bar bisa mencoba yang lebih lebar (trend terakhir) misalnya dari 25inch menjadi 26 atau bahkan sampai 27 inch untuk XC/AM. Seatpost juga bisa dipilih untuk set back (agak lebih ke belakang). Perlu hati2 karena akan mempengaruhi titik bobot goweser. Titik berat terbaik adalah tepat di tengah sepeda tidak terlalu kebelakang karena akan menylitkan waktu menanjak dan tidak terlalu kedepan karena akan membuat gowes turun gunung lebih riskan/gugup karena badan berat ke depan.
Sebenarnya bukan upgrade, namun salah cara untuk memperbaiki posisi duduk adalah dengan mengatur ulang posisi sadle yang kadangkala agak terlalu kedepan atau terlalu ke belakang (atau masih di set di tengah dan sebenarnya masih bisa di set ulang sesuai posisi tubuh). Sudut sadle agak naik di depan atau merunduk juga bisa diset agar lebih pas.
Posisi gowes yang baik tentunya adalah badan dan lengan membentuk sudut mendekati 90 derajat, terlalu kecil sudutnya berarti frame terlalu kecil, stem terlalu pendek dan seatpost/sadle terlalu pendek jaraknya, sedangkan terlalu renggang berarti frame terlalu besar, stem terlalu panjang, seatpost/sadle terlalu kebelakang

2. Upgrade Kenyamanan
Upgrade kenyamanan umumnya di fokuskan pada suspensi. Apabila waktu beli masih menggunakan suspensi pegas besi (bukan udara) biasanya upgrade suspensi udara sudah dapat memberikan kenyamanan yang berbeda karena lebih dapat di set baik sag (agar suspensi dapat lebih berfungsi menghadapi medan bergelombang), rebound dan damping compression juga bisa diatur (tergantung jenis suspensi udara nya). Bukan perarti suspensi per/pegas tidak baik namun umumnya per pegas yang bagus biasanya masih digunakkan untuk sepeda downhill karena memang dibutuhkan keandalan tinggi dan harganya juga jauh lebih mahal karena untuk berat lebih ringan biasanya menggunakan komponen suspensi eksostis seperti titanium dsb.
Untuk XC, Trail,AM biasanya suspensi udara lebih sesuai, karena kemampuan setting yang lebih luas dan lebar. Juga bobot yang relatif lebih ringan. Semakin mahal suspensi semakin banyak fitur yang disematkan dan juga bobotnya semakin ringan. Upgrade suspensi umumnya tidak harus yang bermerek meski saat ini top brand seperti Fox atau Rockshox, DT Swiss dan Marchochi tetap memberikan opsi2 dan kualitas terbaik, namun ada merek2 2nd tier seperti Suntour, X-Fusion, Manitou yang juga memberikan opsi yang bagus dengan harga lebih terjangkau.
Faktor faktor yang dipertimbangkan saat upgrade fork/rear suspension adalah:
I. Faktor travel suspensi
  • 80mm, 100mm, 120mm saat ini dikonsider masih kategori XC,
  • 120mm, 140mm, 150mm dikategorikan sebagai Trail/AM ringan,
  • 150mm, 160mm, 170mm sebagai AM serius, diatas itu masuk kategori Freeride/Downhill dsb.
II. Faktor lainnya tentunya fitur suspensi untuk Fork umumnya ada beberapa fitur yang cukup penting:
  1. Sag atau preload (untuk per pegas) untuk suspensi udara pengaturan sag dilakukan dengan mengatur tekanan udara.
  2. Rebound setting untuk mengatur kecepatan suspensi bereaksi terhadap jalan bergelombang
  3. Fungsi Lock out dengan gatevalve (blow off valve) yaitu fungsi mengunci fork (biasanya untuk menanjak agar tidak mengayun) namun apabila menembui jalan tidak rata parah, maka suspensi akan tetap berfungsi dengan ambang tertentu yang ditentukan dengan gatevalve. (Dipengaruhi berat badan settingnya).
  4. Fungsi compression (Low/High) pada umumnya untuk mengatur kecepatan reaksi menghadapi jalan tidak rata yang parah/misalnaya persegi adalah High compression untuk low compression untuk jalan bergelombang kerikil misalnya. Di beberapa fork fungsi ini sudah otomatis diset.
  5. Dual air, ada suspensi yang memiliki pengaturan tekanan udara positif dan negatif untuk mengatur lebih lanjut tingkat fungsi suspensi (Rockshox dengan Dual Air nya)
  6. Travel adjustment, beberapa fork memiliki fitur pengaturan travel misalnya Fox dengan TALAS 140 (140-100mm atau yang versi 2011 adalah 110-140mm), Rockshox dengan U-Turn misalnya Revelation 120-150mm, dsb. Pengaturan ini digunakan biasanya pada saat menanjak maka travel fork bisa diperpendek agar posisi lebih merunduk/sudut fork terhadap sepeda lebih tajam cocok untuk menanjak, untuk downhill atau gowes turun maka travel fork di perpanjang agar lebih siap menghadapi rintangan pd saat gowes turun.
Fitur fitur diatas diurutkan berdsarkan prioritas dan fungsi #1 s/d #3 merupakan fungsi yang sebaiknya dimiliki fork secara dasar, lebih dari itu umumnya berdasarkan kebutuhan maupun kemampuan kantong.

Upgrade kenyamanan lainnya yang cukup berpengaruh adalah sadel, handle grip dan pedal. Ini adalah titik2 pertemuan antara tubuh goweser dengan sepeda. Apabila komponen ini tidak memberikan kenyamanan maka perjalanan jauh akan cukup menyiksa. Sedikit tips:
  1. Untuk sadel, belum tentu pemakaian gel memberikan kenyamanan lebih, apabila ukuran baik lebar dan panjang tidak sesuai dengan bentuk badan maka tetap saja menyebabkan ketidaknyamanan. Pemilihan sadel bersifat pribadi seperti halnya baju/celana. Namun sebagai panduan, ada beberapa fitur sadel seperti V channel untuk mengurangi tekanan pada titik tumpu di pangkal paha, dan juga beberapa sadel dibagian depan agak melengkung kebawah sehingga tidak menyebabkan celana menyangkut saat menggerakkan badan maju, atau berdiri/duduk saat downhill. Ada beberapa sadel memberikan bagian depan agak panjang agar posisi duduk bisa lebih maju ke depan saat uphill.
  2. Untuk grip, pilih grip yang nyaman dipegang dan tidak licin (tidak mudah bergerak, ada lock out nya), kadangkala grip yang ringan seperti busa/foam memang ringan namun mudah bergerak dan kalau basah tidak nyaman (biasanya untuk balap). Beberapa grip juga memberikan tingkat ergonomi seperti merek ergon dsb. Pemakaian tanduk atau end bar biasanya untuk balap bila menggunakan handle bar flat, untuk handle bar raised (dengan lengkungan) umumnya tidak diperlukan, selain menambah bobot, pemakaian end bar bila tidak benar bisa merusak handle bar apalagi handle bar carbon (apabila tanpa penguat).
  3. Pedal yang baik dan nyaman biasanya disesuaikan dengan fungsi, saat ini pemakaian clipless atau cleat pedal cukup banyak, meski goweser harus banyak latihan agar tidak jatuh bodoh (lupa atau reflek melepaskan cleat belum terbentuk), efisiensi pemakaian clipless/cleat pedal banyak memberikan manfaat (gowesan lebih efisien dan tenaga tersalur lebih baik). Untuk yang sering downhill atau gerakan atau lewat area ekstrim tentunya pemakaian cleat agak mengurangi kenyamanan (rasa aman). Pedal flat bukannya tidak berfungsi maksimal, fitur seperti pin dan bobot lebih ringan saat ini juga dapat membantu fungsi flat pedal lebih merekatkan sepatu dan bobot ringan tidak membebani bobot sepeda seluruhnya. Kelebihan pedal flat tentunya adalah kebebasan gerak kaki saat downhill atau gowes ekstrim.
3. Upgrade Bobot Ringan
Upgrade untuk membuat sepeda berbobot ringan tentunya tidak ada habisnya, dan tergantung teknologi yang tersedia dan kantong tentunnya. Dampak pada saat gowes biasa umumnya tidak terlalu terasa kecuali untuk balap karena beberapa detik atau milidetik saja sudah cukup berpengaruh antara menang dan kalah.
Faktor bobot ringan juga umumnya mempengaruhi keandalan komponen/sepeda menghadapi medan berat. Selain tentunya komponen berbobot ringan tentunya lebih mahal dan gensinya lebih tinggi (prestige).
Untuk mengurangi bobot ada beberapa komponen yang sering digunakan/diupgrade:
1. Penyumbang bobot cukup signifikan tentunya frame, upgrade ke frame carbon atau titanium dapat memberikan penghematan bobot cukup banyak. Namun penggunakan frame karbon yang masih relatif lebih ringkih tentunya menyebabkan pemakain frame karbon untuk medan berat memang belum disarankan. Titanium saat ini juga masih terbatas pada hardtail dan XC fullsus, karena sifatnya yang lebih flex (atau tidak rigid).
2. Komponen berikut adalah suspensi, ada beberapa suspensi untuk balap yang bobotnya bisa dibawah 1,5kg untuk fork
3. Komponen penyumbang terbesar lainnya dan relatif lebih mudah diubah adalah wheelset dan ban itu sendiri. Wheelset seperti Mavic SLR dengan cekungan2 yang meringankan bobot, dan pemakaian spoke/jari-jari butted atau yang sudah dibentuk memberikan bobot yang ringan (umumnya untuk balap). Namun untuk AM/Trail harus disesuaikan tipenya karena pemangkasan bobot tentunya menyebabkan wheelset lebih rentan rusak bila diajak ke medan berat. Untuk ban juga berpengaruh, ban seperti Maxxis maxlite 310 atau yang terbaru 285 bobotnya sekitar 310 dan 285gr saja sedangan ban pada umumnya bisa mencapai 700 gr untuk Trail/AM. Ban bobot ringan biasanya tidak panjang umurnya dan khusus untuk race karena hanya dipakai beberapa kali saja. Cara lain adalah dengan cara tubeless, meski untuk tubeless perlu wheelset yang tubeless ready.
4. Komponen berikutnya adalah groupset, pemakaian seri XX dari SRAM atau XTR dari Shimano memberikan bobot keseluruhan yang ringan karena sudah ada kombinasi karbon dan logam alloy/campuran yang memberikan bobot ringan namun kekuatan yang memadai. Namun demikian untuk pemakaian sehari2 penggunaan komponen tersebut lebih ke arah prestige, seri SLX, atau XT sudah jauh mencukupi, terutama seri SLX yang memang diarahkan ke Trail dan AM. Untuk SRAM versi X7 atau X9 sudah cukup OK. Dibawah itu ada versi Deore dari Shimano untuk entry level dan X5 dari SRAM. Versi Alivio dan dibawahnya memang bisa digunakan namun masih dikategorikan sebagai versi sport saja. Namun Alivio 2011 contohnya sudah naik dari 8-speed menjadi 9-speed yang sudah sama dengan Deore 2010. Untuk 2011 Shimano dengan dyna-sys dan SRAM dengan 2x10 nya menawarkan perbaikan fungsional.
5. Bagian lainnya tentunya adalah mengganti komponen2 allumunium seperti handle bar, stem, seatpost, dsb ke carbon yang lebih ringan.

B. Upgrade Kosmetik
Untuk upgrade kosmetik tidak akan dibahas banyak namun bisa melibatkan pemakaian komponen seperti:
1. Permainan warna atau color coordination (misalnya pemakaian komponen berwarna putih, merah, biru baik di stem, seatpost, baut2, handle bar, grip, dsb)
2. Permainan cat/cutting sticker untuk memberikan kesan unik dan berbeda.
3. Permainan bentuk misalnya menambahkan komponen yang berbeda (biasanya jarang karena selain merubah bentuk dasar, biasanya komponen yang diubah tidak bisa dikembalikan ke bentuk asal bila ingin dijual).
4. Penggunaan pernak pernik berbeda seperti tutup pentil, lock grip dengan dgn nama, memberikan pelapis crank (crankskin), penggunaan spacer stem dengan logo, dsb).
5. Yang cukup ekstrim tentunya adalah mengecat ulang frame secara khusus. Biasanya dilakukan di sepeda fixie untuk mountain bike memang masih jarang, kecuali frame lama atau renovasi sepeda tua. Pengecatan harus dilakukan dengan benar (multi coat dan protective coat) jika tidak maka cat mudah mengelupas terutama saat digunakan di medan berat (terkena batu, kerkili atau tergores dsb).

Artikel diatas memang tidak lengkap dan detil namun semoga paling tidak memberikan wawasan baru selain hanya gowes, namun upgrade, renovasi atau pimp up the bike adalah alternatif hobby selain gowes itu sendiri dan apabila dilakukan sendiri alias ngoprek bisa memberikan kepuasan yang cukup tinggi...

Sunday, October 10, 2010

Bengkel Sepeda: Modifikasi Pengisi Angin untuk Sepeda

Bila memiliki kompresor kecil dan alat pengisi angin yang menggunakan meter (biasanya tersedia di toko perkakas) dapat dimodifikasi untuk mengisi ban sepeda. Pengisi angin ini aslinya memiliki selang pengisi dengan ujung yang hanya bisa digunakan dengan pentil sepeda tipe Schraeder, dan umumnya cukup sulit untuk mengisi angin menggunakan pengunci jenis aslinya.

Agar dapat mengisi ban sepeda dan menggunakan pengukur PSI secara lebih akurat, maka ujung selang pengisi sebaiknya diganti menggunakan selang dan pengunci pentil untuk sepeda.

Komponen yang dibutuhkan:
1. Nepel udara ukuran sedang yang sesuai dengan ulir untuk alat pengisi angin
2. Alat untuk melepaskan dan memasang nepel (Quick release system)
3. Selang dan pengunci pentil dari pompa sepeda yang tidak terpakai (yang bisa mengisi ban dengan pentil Schraeder atau Presta).

Caranya:
Cukup dengan melepaskan selang dari pengisi angin untuk ban mobil/motor yang asli, dan menggantinya dengan sistem quick release kali ini merek Krisbow.
Selang dari pompa ban sepeda beserta pengunci pentilnya dipasangkan ke nepel udara ukuran sedang yang dapat dipasangkan ke sistem quick release yang sudah di pasang ke alat pengisi angin.

Berikut adalah pengisi angin ban sepeda menggunakan alat pengisi angin dengan meter PSI, tentunya dihubungkan ke kompresor angin.

Pada saat digunakan kompresor dengan tabung atau tanpa tabung (harus dalam keadaan menyala) diisi dengan tekanan udara lebih besar dari tekanan udara yang akan diisi ke ban sepeda.

Dengan menekan pelatuk seperti pistol maka angin diisi ke ban sepeda, Jarum akan menunjukkan tekanan yang ada di dalam ban sepeda.

Panduan Mengisi Angin
Untuk awalnya tekanan angin bisa mulai di 40 psi, dan sebenarnya tekanan angin ban sepeda juga disesuaikan dengan berat badan pengendara sepeda itu sendiri. Untuk berat badan normal berkisar 60-80 Kg tekanan angin biasanya dikisaran 29-35 psi.

Tekanan angin juga dipengaruhi ukuran ban sepeda. Semakin besar ukuran ban misalnya ban 26x2.35 dibandingkan dengan ban 26x1.95 memiliki ukuran tekanan yang berbeda. Pada ban ukuran kecil misalnya 1.95 maka relatif memiliki tekanan udara lebih tinggi agar aman digunakan (mencegah snake bite dsb). Untuk ban 2.35 bisa menggunakan tekanan udaralebih rendah karena rongga udara ban yang lebih besar.


Pengisi angin ban sepeda yang sudah terpasang

Meter PSI pengukur tekanan udara


Rider Weight (pounds)
Road Tire Pressure (psi)
Off-Road Tire Pressure (psi)
110 
95-105 
35-38 
140 
105-115 
37-40 
170 
110-120 
40-43 
200 
120-130 
42-45 
230 
125-135 
45-48 


1 pound / 2.2 = 0.455 Kg

Wednesday, June 2, 2010

Bengkel Sepeda: Buka Pasang Ban

Kembali sharing pengalaman buka pasang ban yang merupakan teknik dasar apalagi kalau pengalaman bocor atau sekedar mau ganti tipe ban dan ngoprek wheelset. Pertama kali buka ban gara2 rim/velg kemasukkan air dan tidak bisa keluar terjebak berputar di bagian dalam rim (double wall), sepertinya gara2 pulang kehujanan dari Kotabaru Bandung.
Setelah dikeluarkan dan pasang ban kembali ternyata ban jadi peang alias tidak lurus sehingga kalau dipakai jalan tentunya seperti melaui polisi tidur terus menerus. Dari situ dapat beberapa pengalaman, yang belum tentunya mencoba tambal ban bocor, tapi berdoa jangan sampai kejadian, malas saja lagi asyik sepedahan disuruh nambal. :)

Berikut tahap2 membuka dan memasang ban, yang pertama tahap buka dulu karena pada umumnya bank sudah terpasang dari toko atau bengkel.

Untuk membuka ban, ban dikempiskan dulu anginnya, sampai ban luar bisa dikeluarkan menggunakan alat pengungkit plastik untuk membuka ban. Caranya mirip buka ban mobil atau kalau biasa lihat tukang tambal ban mobil/motor.
Alat pengungkit ban luar
Pengungkit dimasukkan diantara ban luar dan rim/velg (dua pengungkit)
Geser salah satu pengungkit saling menjauhi sehingga ban luar keluar/terlepas dari rim.

Setelah semua sisi dari ban luar terlepas dari rim, keluarkan ban dalam dari dalam dimulai dari mulut pentil/valve

Sampai tahap ini ada dua tujuan, yang pertama hanya mengganti/menambal ban dalam yang bocor  dan tidak perlu melepas ban luar dari velg/rim, setelah selesai menambal atau jika ingin memasang ban dalam yang baru maka lanjutkan ke tahap memasang ban. Tujuan kedua adalah mengganti ban luar dengan yang baru atau tipe berbeda (misalnya untuk ban racing, atau ukuran lebih lebar, dsb, kali ini belum membahas penggantian ban tubeless karena memang belum pernah coba :) 
Tahap pemasangan ban dilakukan dari kondisi rim dan ban luar terlepas seluruhnya (diasumsikan penggantian ban luar yang baru atau mengganti rim/wheel set yang baru).
Untuk memasang ban baru jangan sampai salah arahnya, karena umumnya setiap ban ada arah putar (karena knob atau profil ban memiliki arah tertentu, lihat di sisi dinding ban jika ada arah khusus. Pastikan arahnya benar sesuai perputaran roda, periksa kalau tidak yakin arah putaran roda).
Yang pertama2 dilakukan adalah memasang ban luar ke rim/velg terlebih dahulu baik dengan tangan (cukup mudah untuk ban2 model folding/atau lipat, namun cukup keras/sulit untk ban2 non folding, jika mengalami kesulitan memasang ban luar ke rim pada bagian terakhir gunakan pengungkit untuk memasukkannya.
Memasukkan ban luar ke sisi dalam rim (satu sisi dahulu)
Untuk ban non folding apabila sulit memasukkan dengan tangan gunakan tuas pengungkit untuk memasukkan bagian terakhir. Perhatikan arah putar ban dan pola/thread ban, lihat sisi dinding ban untuk petunjuk
Setelah satu sisi dinding ban masuk maka masukkan ban dalam ke dalam ban dengan bagian valve/pentil terlebih dahulu
Setelah seluruh ban dalam masuk, maka masukkan sisi ban yang masih diluar rim ke dalam rim, sama seperti memasukkan sisi berikutnya, pertama2 bisa menggunakan kedua tangan sampai mengerucut kesalah satu bagian ban, bila sulit gunakan pengungkit terutama dibagian terakhir.

Setelah seluruh ban luar masuk ke rim, pastikan ban tidak kaku dengan membengkokkan ban luar di beberapa bagian, dan sedikit memberikan pukulan2 ringan dengan tangan agar lentur (tidak merekat ke rim). Disinilah umumnya terjadi ban ngolet atau peang karena sisi dalam ban luar menempel ke rim (kalau pernah lihat ganti ban luar mobil sama prinsipny).
Sebelum mengisi angin pastikan pentil/valve tidak masuk kedalam lagi, atau untuk ban dalam tipe presta memiliki baut pengencang agar pentil lebih mantap posisinya. Untuk tipe schraeder sayanga tidak tersedia, jadi perlu ditarik keluar

Setelah itu pompa ban perlahan2 atau setengah dulu lalu periksa posisi valve/pentil dan juga ban luar pada posisi yang benar.

Untuk mencegah ban peang atau ngolet terutama pada ban2 tipe folding (yang terjual terlipat, karena lebih mudah mengalami peang, diakibatkan dinding ban yang relatif lebih lunak/lentur), maka isi angin lebih keras dari tekanan yang akan digunakan untuk bersepeda. Hal ini ditendai dengan bunyi keras dimana dinding ban akhirnya menempel ke diding rim/velg (sebelumnya mungkin terlipat), serupa saat ganti ban mobil kalau diisi angin lebih akan seperti ledakan.
Pada tahap ini tekanan angin sangat keras, namun hati2 jangan terlalu berlebihan melebihi ambang maksimum dan terlalu lama. Setelah memeriksa ban tidak peang/ngolet atau bergelombang, maka kurangi tekanan angin ke tekanan yang normal (periksa baik dengan meter tekanan atau dengan perasaan - menekan kekerasan ban).
Apabila sampai tahap ini ban masih ngolet/peang/bergelombang ulangi pengisian dengan membuang angin sampai habis, lalu dilanjutkan dengan membengkokkan ban luar ke kanan/kiri satu sisi ke sisi lainnya secara bergantian agar bagian ban yang terlipat bisa lebih mudah meregang. Ulangi pengisian angin dengan tekanan lebih lalu kurangi kembali ke tekanan normal.

Pengisian angin memang dianjurkan menggunakan pompa tekan/tangan dan bukan kompressor karena tekanan kompressor yang besar akan terlalu cepat mengisi ban dan bila berlebihan dapat merusak. (namun kalau punya pressure regulator di kompressornya masih bisa digunakan).

Contoh pompa tangan (lebih baik lagi kalau ada psi/meter tekanan)

Beberapa pompa mulut isinya bisa diganti bolak2 balik antara pentil presta maupun schraeder, kalau tidak bisa umumnya hanya pentil schraeder saja maka bisa menggunakan valve konverter yang dipasang di presta valve baru pompa dipasang.

Memeriksa tekanan ban dengan perasaan (tekan kekerasan ban)

Informasi tekanan minimum (40 psi) dan maksimum (65 psi) di dinding ban, (ban Kenda Nevegal)
Contoh kemasan ban dalam yang cukup ringan dari Maxxis, berikut jenis valve (presta dan informasi ukuran serta berat)
Informasi kemasan ban luar lipat (folding type) Maxxis MaxxLite yang ringan beratnya (hanya 310gr) untuk hardpack (tanah keras atau jalan raya cukup oke tapi tanah lepas/gravel berbatuan kurang stabil waktu belok)

Monday, May 31, 2010

Bengkel Sepeda: Potong - Sambung Rantai Sepeda

Pertama kali melakukan potong sambung rantai sepeda adalah waktu merakit si Putih Kuwahara, dan hasilnya rantai putus setelah pemakaian selama 5-6 kali gowes dalam kota. Sumber masalahnya adalah salah cara sambungnya yang mengakibatkan ikatan rantai tidak kuat. Setelah itu latihan lagi dan lihat referensi dsb. Akhirnya  baru bisa potong sambung rantai dengan aman dan di rantai kelas atas spt HG series tidak boleh sembarangan potong. Berikut ini sharing pengalaman potong -sambung rantai sepeda.

Peralatan Yang digunakan
Untuk potong-sambung rantai diperlukan alat chain cutter, ada yang harganya 50rb dan ada juga yang 100rb an. Hasil pengalaman yang 50rb tetap mantap dan lebih pas dibandingan merek Shimano yang relatif lebih mahal, alasannya adalah karena pada cutter lebih murah ada sekrup pengencang yang dapat menahan rantai lebih kuat dibandingkan merek Shimano yang hanya mengandalkan tekanan pada rantai pada sisi pemutar.


Rantai dijual terputus dengan salah satu pinnya menonjol siap disambung. Untuk itu bisa melihat cara menyambung langsung melewati cara memotong.

Memotong Rantai
Untuk memotong rantai pada rantai biasa pin pejal (padat) misalnya di sepeda speed 7 atau 8 yang umum dipakai maka pemotongan biasanya dapat dilakukan di mana saja. Namun untuk rantai jenis high grade atau kelas atas yang menggunakan pin hollow maka pemotongan hanya bisa dilakukan di pin khusus penyambung yang berbentuk pin pejal (padat)


Setelah pin penyambung ditemukan, pasang chain cutter, di posisi pin tersebut

Putar sekrup pengencang disisi lawan dari pemutar pelatuk tekan pin 


Lalu putar tuas agar pelatuk penekan menempel pada pin penyambung dan mulai tekan secara perlahan2 sampai kira2 pin penyambung berada di sisi rantai lawan. Kalau sampai pin penyambung terlepas maka pemasangan pin akan cukup sulit karena pin penyambung perlu di pegang menggunakan tang jepit agar bisa dipasang nanti (pada saat ingin melakukan penyambungan rantai) atau harus menggunakan pin khusus sambung yang salah satu sisinya runcing. Untuk memastikan pin penyambung tidak terlepas bisa dilakukan pemeriksaan dengan mengendurkan sekrup pengencang dan melepas rantai perlahan lalu memastikan sisa pin penyambung yang masih berada di dalam rantai.

Pada saat memutar tuas agar pelatuk tekan mendorong pin keluar
Rantai yang sudah terpotong dan posisi akhir pin penyambung (tidak sampai terlepas). Ini juga merupakan posisi pada saat rantai baru dijual.


Menyambung Rantai
Untuk menyambung rantai lakukan proses sebaliknya. Agar penyambungan mudah, maka bagian cage dari RD sebaiknya diberi ganjalan batang kayu atau benda tumpul lainnya agar cage tidak menarik terlalu tegang sehinga penyambungan dapat dilakukan lebih mudah.

Pertama tama masukkan pasangan rantai secara manual seperti dibawah ini
Setelah terpasang (namun belum tersambung) gunakan chain cutter untuk mendorong balik pin penyambung. dengan memasang rantai di chain cutter dengan posisi pin penyambung ke arah pelatuk pendorong (berlawanan dengan cara memotong).
Kencangkan sekrup penekan dan posisikan pelatuk penekan tepat di ujung pin penyambung. Pada saat memasang rantai di chain cutter pastikan posisi lubang rantai lurus. Apabila tidak pada saat posisi pin penyambung mencapai posisi terakhir bila tidak lurus maka bisa menyebabkan dinding rantai sobek sehingga bagian rantai tersebut tidak dapat digunakan lagi (sambungan gagal)

Contoh sambungan gagal, dimana dinding rantai sobek karena tertekan pin penyambung yang tidak lurus masuknya

Putar tuas penekan agar mendorong pin masuk secara perlahan sambil memeriksa apakah posisi rantai sudah lurus. Apabila terasa sulit atau perlu tenaga lebih untuk memutar berarti ada kemungkinan posisi rantai tidak lurus dan pin penyambung mendorong rantai bagian berlawanan secara berlebih sehingga dapat merobek dinding rantai.
Pin penyambung masuk setengah ke rantai

Pin penyambung sudah masuk seluruh nya ke dalam rantai, pastikan sisi kiri dan kanan dari pin penyambung secara seimbang tidak berlebih (dapat menyebabkan rantai terlepas).

Fungsi Potong Sambung Rantai
Mungkin ada yang berpikir buat apa potong sambung rantai bisa dilakukan dibengkel. Namun kalau yang sudah pengalaman bersepeda ini adalah skill dasar yang perlu diketahui karena rantai adalah komponen yang paling berat kerjanya dan pada suatu perjalanan/bersepeda rantai bisa saja terputus/terlepas akibat shifting yang tiba2 atau berat, faktor umur  atau faktor lainnya (pemasangan dsb). Untuk itu alat chain cutter biasanya dibawa kemana mana terutama perjalanan jauh. Pengalaman putus dijalan memang tidak mengenakkan apalagi pas gowes sendirian.

Salah tips bila rantai putus dijalan (biasanya dinding rantai yang putus tidak bisa dipakai) maka salah satu cara adalah memotong bagian yang rusak lalu menyambungnya dengan bagian yang masih baik. Kalau pin penyambung hilang maka secara darurat pin hollow masih bisa digunakan namun umumnya bersifat sementara. atau bawa pin penyambung cadangan. Tentunya ukuran rantai lebih pendek sehingga RD pada posisi gear ukuran besar akan terlalu tertarik kedepan. Untuk itu pastikan pakai gigi mid/menengah atau Top (ukuran kecil saja). Lagian ini kan keadaan darurat.

Semoga bermanfaat.

Sunday, May 30, 2010

Bengkel Sepeda: Setting Rear Deraileiur Shimano

Artikel kali ini tentang setting RD Shimano secara umum, Setting RD relatif sedikit lebih rumit dibandingkan FD meskipun secara umum tidak jauh berbeda. Setiap RD baik dengan merek yang sama namun tipe berbeda dan tentunya dengan merek berbeda memiliki cara yang berbeda pula. Untuk mengetahuinya dapat mengunjungi website atau melihat dokumen/manual dari masing2. Untuk komponen Shimano dapat mengunjungi websitenya:
http://techdocs.shimano.com/techdocs/index.jsp, lalu pilih menu yang sesuai dengan jenis komponen RD yang hendak dilihat atau untuk men-download soft copy manualnya.
Sebelum masuk ke setting ada beberapa istilah nama component RD agar lebih familiar:
1. Guide Pulley atau gigi yang mengarahkan rantai untuk pindah dari satu gigi ke gigi lainnya
2. Tension/idle Pulley atau gigi yang mengatur ketegangan rantai (karen adanya di ujung cage atau tungkai yang menjulur ke bawah)
3. Sprocket (Cassette) gear belakang yang jumlahnya ada 7 s/d 9 set (atau 10 untuk yang 2x10 series)



Pertama-tama sebaiknya mengetahui fungsi dari masing2 adjustment yang ada. Secara umum ada 3-4 pengaturan yang umum ditemukan
1. B-Tension adjuster (atau untuk mengatur ketegangan rantai, setelah rantai tentunya di potong atau disesuaikan dengan panjang yang dibutuhkan, rantai baru memiliki ukuran panjang yang lebih, untuk memotong rantai atau memasang rantai lihat artikel berikut:      )
2. Pengatur Batas Atas
3. Pengatur Batas Bawah
4. Pengatur tegangan kabel shifter (tarikan kabel shifter) atau adjustment bolt. Ada beberapa seri seperti XT Shadow tidak memiliki cable tension adjuster (harus di set disisi shifter).

Berikut adalah RD seri Deore 2009, seri lainnya hampir serupa
RD tipe Shimano XTR
RD Tipe Shimano XT
RD Tipe Shimano Alivio

TAHAP-TAHAP ADJUSTMENT RD
Sebelum mulai setting RD, agar setting mudah dilakukan roda belakang bisa dipasang stand tipe Ulix (seperti huruf V terbalik atau sepedanya sekalian di jungkir balikkan (dengan sebelumnya memberi ganjalan di grip handle dgn balok kayu atau buku tebal agar shifter, handle rem dan asesoris di handle tidak rusak, tidak lupa memberi alas di bawah sadel agar kulit sadel tidak kotor). Lebih bagus lagi menggunakan stand khusus repair sepeda (ini tentunya harganya tidak murah).

A. Mengatur batas gigi Low dan Top  (Gigi Low berukuran paling besar, gigi Top berukuran paling kecil).  Yaitu dengan memutar sekrup adjustment H dan L (secara bergantian). 
  1. Mengatur Gigi Top (H) (pengaturan posisi Top dimulai karena paling mudah terutama pada pemasangan RD "Top Normal" pertama kali. Sebagai informasi, RD ada dua jenis Top Normal dan Low Normal, yang umum dijual Top Normal yaitu cage dan pulleynya pada saat tidak terpasang umumnya tertekuk dan kalau dipasang maka guide pulley berada dekat di gear sprocket paling kecil) sifatnya opsional jika sudah lurus.

  • Atur posisi rantai berada pada gigi sprocket (belakang) paling kecil terlebih dahulu, dan gigi depan pada posisi paling besar (di chainwheel)
  • Lalu putar sekrup H dgn obeng searah/berlawanan arah jarum jam sehingga posisi guide pulley berada tepat dibawah atau sejajar dengan Gigi terkecil
Diperlihatkan sejajar garis merah

2.  Mengatur Gigi Low (L) (pengaturan posisi L pada pemasangan baru setelah kabel shifter dipasang, barulah dapat dilakukan pemindahan ke Low) - Sifatnya opsional jika posisi sudah lurus
  • Atur posisi cage/guide pulley di sekitar bagian bawah gigi sprocket terbesar (apabila belum lurus).
  • Lakukan pengaturan sekrup "L" menggunakan obeng dengan memutar searah jarum jam/berlawanan jarum jam sehingga posisi guide pulley sejajar dengan gigi sprocket terbesar.
Sejajar garis merah

B. Setelah pengaturan atas bawah selesai maka dilanjutkan dengan setting ketegangan rantai atau dengan mengatur sekrup B-Tension hal ini dilakukan dengan memposisikan cage/guide pulley di posisi gigi low (gigi sprocket paling besar) dan gigi depan/chainwheel di posisi paling kecil, lalu atur sekrup B-Tension dengan obeng sehingga guide pulley hampir mendekati ke gigi sprocket terbesar tapi tanpa menyentuhnya lihat guide, lalu pindahkan guide pulley ke posisi dibawah gigi Top (gigi sprocket paling kecil) dan atur kembali sekrup B-Tension. Pengaturan ini sifatnya opsional jika sudah diset oleh bengkel/toko.




C. Hal terakhir untuk melakukan setting ketegangan kabel shifter (dan ini adalah yang paling umum dilakukan karena setelah beberapa lama pakai ketegangan kabel shifter bisa berubah ditunjukkan oleh rantai bisa pindah sendiri atau ghost shifting atau sulit pindah dari gigi kecil ke gigi lebih besar dan sebaliknya.
  • Pengaturan ketegangan kabel shifter bisa dilakukan melalui adjustment bolt dekat RD itu sendiri atau bila tidak tersedia adjustment bolt di unit shifter seperti gambar dibawah ini (diputar berlawanan atau searah jarum jam dilihat dari arah luar handle bar. Perhatikan cage/guide pulley akan bergerak ke arah yang sesuai dengan putaran. (lihat referensi)
  • Posisikan cage dan guide pulley di gigi 2 dari yang paling kecil. Tekan tombol shifter sedikit (sebelum akan pindah) Lalu putar crank sehingga rantai berputar, apabila rantai pindah atau terasa mau pindah ke gigi 3, putar adjustment bolt searah jarum jam.
  • Apabila rantai tidak bunyi (karena pada saat tombol ditekan sedikit maka cage/guide pulley akan mulai menarik dan mengarahkan rantai ke arah gigi 3, tapi belum saatnya), sehingga seharusnya rantai mulai bergesekkan dengan gigi sprocket ke 3 dari paling kecil (ada sedikit bunyi bergesekan antara rantai dan gigi sprocket 3.
  • Cara lainnya adalah coba pindahkan gigi dari 3 ke 2 dan sebaliknya secara bergantian apa bila pada saat shifter ditekan naik/turun gigi berpindah dengan cepat tanpa ada bunyi2 rantai bergesekan yang lama maka setelan ketegangan shifter cukup memadai.
  • Coba lakukan shifting dari gigi paling kecil ke gigi paling besar secara berurutan dan periksa apakah ada ghost shifting (pindah sendiri) atau rantai tidak mau/sulit pindah, putar adjustment bolt satu click searah jarum jam/dan sebaliknya sampai efek tersebut hilang. Perlu test beberapa kali.
  • Setelah semua perpindahan dari gigi sprocket Low ke High dan sebaliknya dapat bekerja dengan lancar, setting RD selesai.



Selamat mencoba.