Wednesday, June 2, 2010

Bengkel Sepeda: Buka Pasang Ban

Kembali sharing pengalaman buka pasang ban yang merupakan teknik dasar apalagi kalau pengalaman bocor atau sekedar mau ganti tipe ban dan ngoprek wheelset. Pertama kali buka ban gara2 rim/velg kemasukkan air dan tidak bisa keluar terjebak berputar di bagian dalam rim (double wall), sepertinya gara2 pulang kehujanan dari Kotabaru Bandung.
Setelah dikeluarkan dan pasang ban kembali ternyata ban jadi peang alias tidak lurus sehingga kalau dipakai jalan tentunya seperti melaui polisi tidur terus menerus. Dari situ dapat beberapa pengalaman, yang belum tentunya mencoba tambal ban bocor, tapi berdoa jangan sampai kejadian, malas saja lagi asyik sepedahan disuruh nambal. :)

Berikut tahap2 membuka dan memasang ban, yang pertama tahap buka dulu karena pada umumnya bank sudah terpasang dari toko atau bengkel.

Untuk membuka ban, ban dikempiskan dulu anginnya, sampai ban luar bisa dikeluarkan menggunakan alat pengungkit plastik untuk membuka ban. Caranya mirip buka ban mobil atau kalau biasa lihat tukang tambal ban mobil/motor.
Alat pengungkit ban luar
Pengungkit dimasukkan diantara ban luar dan rim/velg (dua pengungkit)
Geser salah satu pengungkit saling menjauhi sehingga ban luar keluar/terlepas dari rim.

Setelah semua sisi dari ban luar terlepas dari rim, keluarkan ban dalam dari dalam dimulai dari mulut pentil/valve

Sampai tahap ini ada dua tujuan, yang pertama hanya mengganti/menambal ban dalam yang bocor  dan tidak perlu melepas ban luar dari velg/rim, setelah selesai menambal atau jika ingin memasang ban dalam yang baru maka lanjutkan ke tahap memasang ban. Tujuan kedua adalah mengganti ban luar dengan yang baru atau tipe berbeda (misalnya untuk ban racing, atau ukuran lebih lebar, dsb, kali ini belum membahas penggantian ban tubeless karena memang belum pernah coba :) 
Tahap pemasangan ban dilakukan dari kondisi rim dan ban luar terlepas seluruhnya (diasumsikan penggantian ban luar yang baru atau mengganti rim/wheel set yang baru).
Untuk memasang ban baru jangan sampai salah arahnya, karena umumnya setiap ban ada arah putar (karena knob atau profil ban memiliki arah tertentu, lihat di sisi dinding ban jika ada arah khusus. Pastikan arahnya benar sesuai perputaran roda, periksa kalau tidak yakin arah putaran roda).
Yang pertama2 dilakukan adalah memasang ban luar ke rim/velg terlebih dahulu baik dengan tangan (cukup mudah untuk ban2 model folding/atau lipat, namun cukup keras/sulit untk ban2 non folding, jika mengalami kesulitan memasang ban luar ke rim pada bagian terakhir gunakan pengungkit untuk memasukkannya.
Memasukkan ban luar ke sisi dalam rim (satu sisi dahulu)
Untuk ban non folding apabila sulit memasukkan dengan tangan gunakan tuas pengungkit untuk memasukkan bagian terakhir. Perhatikan arah putar ban dan pola/thread ban, lihat sisi dinding ban untuk petunjuk
Setelah satu sisi dinding ban masuk maka masukkan ban dalam ke dalam ban dengan bagian valve/pentil terlebih dahulu
Setelah seluruh ban dalam masuk, maka masukkan sisi ban yang masih diluar rim ke dalam rim, sama seperti memasukkan sisi berikutnya, pertama2 bisa menggunakan kedua tangan sampai mengerucut kesalah satu bagian ban, bila sulit gunakan pengungkit terutama dibagian terakhir.

Setelah seluruh ban luar masuk ke rim, pastikan ban tidak kaku dengan membengkokkan ban luar di beberapa bagian, dan sedikit memberikan pukulan2 ringan dengan tangan agar lentur (tidak merekat ke rim). Disinilah umumnya terjadi ban ngolet atau peang karena sisi dalam ban luar menempel ke rim (kalau pernah lihat ganti ban luar mobil sama prinsipny).
Sebelum mengisi angin pastikan pentil/valve tidak masuk kedalam lagi, atau untuk ban dalam tipe presta memiliki baut pengencang agar pentil lebih mantap posisinya. Untuk tipe schraeder sayanga tidak tersedia, jadi perlu ditarik keluar

Setelah itu pompa ban perlahan2 atau setengah dulu lalu periksa posisi valve/pentil dan juga ban luar pada posisi yang benar.

Untuk mencegah ban peang atau ngolet terutama pada ban2 tipe folding (yang terjual terlipat, karena lebih mudah mengalami peang, diakibatkan dinding ban yang relatif lebih lunak/lentur), maka isi angin lebih keras dari tekanan yang akan digunakan untuk bersepeda. Hal ini ditendai dengan bunyi keras dimana dinding ban akhirnya menempel ke diding rim/velg (sebelumnya mungkin terlipat), serupa saat ganti ban mobil kalau diisi angin lebih akan seperti ledakan.
Pada tahap ini tekanan angin sangat keras, namun hati2 jangan terlalu berlebihan melebihi ambang maksimum dan terlalu lama. Setelah memeriksa ban tidak peang/ngolet atau bergelombang, maka kurangi tekanan angin ke tekanan yang normal (periksa baik dengan meter tekanan atau dengan perasaan - menekan kekerasan ban).
Apabila sampai tahap ini ban masih ngolet/peang/bergelombang ulangi pengisian dengan membuang angin sampai habis, lalu dilanjutkan dengan membengkokkan ban luar ke kanan/kiri satu sisi ke sisi lainnya secara bergantian agar bagian ban yang terlipat bisa lebih mudah meregang. Ulangi pengisian angin dengan tekanan lebih lalu kurangi kembali ke tekanan normal.

Pengisian angin memang dianjurkan menggunakan pompa tekan/tangan dan bukan kompressor karena tekanan kompressor yang besar akan terlalu cepat mengisi ban dan bila berlebihan dapat merusak. (namun kalau punya pressure regulator di kompressornya masih bisa digunakan).

Contoh pompa tangan (lebih baik lagi kalau ada psi/meter tekanan)

Beberapa pompa mulut isinya bisa diganti bolak2 balik antara pentil presta maupun schraeder, kalau tidak bisa umumnya hanya pentil schraeder saja maka bisa menggunakan valve konverter yang dipasang di presta valve baru pompa dipasang.

Memeriksa tekanan ban dengan perasaan (tekan kekerasan ban)

Informasi tekanan minimum (40 psi) dan maksimum (65 psi) di dinding ban, (ban Kenda Nevegal)
Contoh kemasan ban dalam yang cukup ringan dari Maxxis, berikut jenis valve (presta dan informasi ukuran serta berat)
Informasi kemasan ban luar lipat (folding type) Maxxis MaxxLite yang ringan beratnya (hanya 310gr) untuk hardpack (tanah keras atau jalan raya cukup oke tapi tanah lepas/gravel berbatuan kurang stabil waktu belok)

Monday, May 31, 2010

Bengkel Sepeda: Potong - Sambung Rantai Sepeda

Pertama kali melakukan potong sambung rantai sepeda adalah waktu merakit si Putih Kuwahara, dan hasilnya rantai putus setelah pemakaian selama 5-6 kali gowes dalam kota. Sumber masalahnya adalah salah cara sambungnya yang mengakibatkan ikatan rantai tidak kuat. Setelah itu latihan lagi dan lihat referensi dsb. Akhirnya  baru bisa potong sambung rantai dengan aman dan di rantai kelas atas spt HG series tidak boleh sembarangan potong. Berikut ini sharing pengalaman potong -sambung rantai sepeda.

Peralatan Yang digunakan
Untuk potong-sambung rantai diperlukan alat chain cutter, ada yang harganya 50rb dan ada juga yang 100rb an. Hasil pengalaman yang 50rb tetap mantap dan lebih pas dibandingan merek Shimano yang relatif lebih mahal, alasannya adalah karena pada cutter lebih murah ada sekrup pengencang yang dapat menahan rantai lebih kuat dibandingkan merek Shimano yang hanya mengandalkan tekanan pada rantai pada sisi pemutar.


Rantai dijual terputus dengan salah satu pinnya menonjol siap disambung. Untuk itu bisa melihat cara menyambung langsung melewati cara memotong.

Memotong Rantai
Untuk memotong rantai pada rantai biasa pin pejal (padat) misalnya di sepeda speed 7 atau 8 yang umum dipakai maka pemotongan biasanya dapat dilakukan di mana saja. Namun untuk rantai jenis high grade atau kelas atas yang menggunakan pin hollow maka pemotongan hanya bisa dilakukan di pin khusus penyambung yang berbentuk pin pejal (padat)


Setelah pin penyambung ditemukan, pasang chain cutter, di posisi pin tersebut

Putar sekrup pengencang disisi lawan dari pemutar pelatuk tekan pin 


Lalu putar tuas agar pelatuk penekan menempel pada pin penyambung dan mulai tekan secara perlahan2 sampai kira2 pin penyambung berada di sisi rantai lawan. Kalau sampai pin penyambung terlepas maka pemasangan pin akan cukup sulit karena pin penyambung perlu di pegang menggunakan tang jepit agar bisa dipasang nanti (pada saat ingin melakukan penyambungan rantai) atau harus menggunakan pin khusus sambung yang salah satu sisinya runcing. Untuk memastikan pin penyambung tidak terlepas bisa dilakukan pemeriksaan dengan mengendurkan sekrup pengencang dan melepas rantai perlahan lalu memastikan sisa pin penyambung yang masih berada di dalam rantai.

Pada saat memutar tuas agar pelatuk tekan mendorong pin keluar
Rantai yang sudah terpotong dan posisi akhir pin penyambung (tidak sampai terlepas). Ini juga merupakan posisi pada saat rantai baru dijual.


Menyambung Rantai
Untuk menyambung rantai lakukan proses sebaliknya. Agar penyambungan mudah, maka bagian cage dari RD sebaiknya diberi ganjalan batang kayu atau benda tumpul lainnya agar cage tidak menarik terlalu tegang sehinga penyambungan dapat dilakukan lebih mudah.

Pertama tama masukkan pasangan rantai secara manual seperti dibawah ini
Setelah terpasang (namun belum tersambung) gunakan chain cutter untuk mendorong balik pin penyambung. dengan memasang rantai di chain cutter dengan posisi pin penyambung ke arah pelatuk pendorong (berlawanan dengan cara memotong).
Kencangkan sekrup penekan dan posisikan pelatuk penekan tepat di ujung pin penyambung. Pada saat memasang rantai di chain cutter pastikan posisi lubang rantai lurus. Apabila tidak pada saat posisi pin penyambung mencapai posisi terakhir bila tidak lurus maka bisa menyebabkan dinding rantai sobek sehingga bagian rantai tersebut tidak dapat digunakan lagi (sambungan gagal)

Contoh sambungan gagal, dimana dinding rantai sobek karena tertekan pin penyambung yang tidak lurus masuknya

Putar tuas penekan agar mendorong pin masuk secara perlahan sambil memeriksa apakah posisi rantai sudah lurus. Apabila terasa sulit atau perlu tenaga lebih untuk memutar berarti ada kemungkinan posisi rantai tidak lurus dan pin penyambung mendorong rantai bagian berlawanan secara berlebih sehingga dapat merobek dinding rantai.
Pin penyambung masuk setengah ke rantai

Pin penyambung sudah masuk seluruh nya ke dalam rantai, pastikan sisi kiri dan kanan dari pin penyambung secara seimbang tidak berlebih (dapat menyebabkan rantai terlepas).

Fungsi Potong Sambung Rantai
Mungkin ada yang berpikir buat apa potong sambung rantai bisa dilakukan dibengkel. Namun kalau yang sudah pengalaman bersepeda ini adalah skill dasar yang perlu diketahui karena rantai adalah komponen yang paling berat kerjanya dan pada suatu perjalanan/bersepeda rantai bisa saja terputus/terlepas akibat shifting yang tiba2 atau berat, faktor umur  atau faktor lainnya (pemasangan dsb). Untuk itu alat chain cutter biasanya dibawa kemana mana terutama perjalanan jauh. Pengalaman putus dijalan memang tidak mengenakkan apalagi pas gowes sendirian.

Salah tips bila rantai putus dijalan (biasanya dinding rantai yang putus tidak bisa dipakai) maka salah satu cara adalah memotong bagian yang rusak lalu menyambungnya dengan bagian yang masih baik. Kalau pin penyambung hilang maka secara darurat pin hollow masih bisa digunakan namun umumnya bersifat sementara. atau bawa pin penyambung cadangan. Tentunya ukuran rantai lebih pendek sehingga RD pada posisi gear ukuran besar akan terlalu tertarik kedepan. Untuk itu pastikan pakai gigi mid/menengah atau Top (ukuran kecil saja). Lagian ini kan keadaan darurat.

Semoga bermanfaat.

Sunday, May 30, 2010

Bengkel Sepeda: Setting Rear Deraileiur Shimano

Artikel kali ini tentang setting RD Shimano secara umum, Setting RD relatif sedikit lebih rumit dibandingkan FD meskipun secara umum tidak jauh berbeda. Setiap RD baik dengan merek yang sama namun tipe berbeda dan tentunya dengan merek berbeda memiliki cara yang berbeda pula. Untuk mengetahuinya dapat mengunjungi website atau melihat dokumen/manual dari masing2. Untuk komponen Shimano dapat mengunjungi websitenya:
http://techdocs.shimano.com/techdocs/index.jsp, lalu pilih menu yang sesuai dengan jenis komponen RD yang hendak dilihat atau untuk men-download soft copy manualnya.
Sebelum masuk ke setting ada beberapa istilah nama component RD agar lebih familiar:
1. Guide Pulley atau gigi yang mengarahkan rantai untuk pindah dari satu gigi ke gigi lainnya
2. Tension/idle Pulley atau gigi yang mengatur ketegangan rantai (karen adanya di ujung cage atau tungkai yang menjulur ke bawah)
3. Sprocket (Cassette) gear belakang yang jumlahnya ada 7 s/d 9 set (atau 10 untuk yang 2x10 series)



Pertama-tama sebaiknya mengetahui fungsi dari masing2 adjustment yang ada. Secara umum ada 3-4 pengaturan yang umum ditemukan
1. B-Tension adjuster (atau untuk mengatur ketegangan rantai, setelah rantai tentunya di potong atau disesuaikan dengan panjang yang dibutuhkan, rantai baru memiliki ukuran panjang yang lebih, untuk memotong rantai atau memasang rantai lihat artikel berikut:      )
2. Pengatur Batas Atas
3. Pengatur Batas Bawah
4. Pengatur tegangan kabel shifter (tarikan kabel shifter) atau adjustment bolt. Ada beberapa seri seperti XT Shadow tidak memiliki cable tension adjuster (harus di set disisi shifter).

Berikut adalah RD seri Deore 2009, seri lainnya hampir serupa
RD tipe Shimano XTR
RD Tipe Shimano XT
RD Tipe Shimano Alivio

TAHAP-TAHAP ADJUSTMENT RD
Sebelum mulai setting RD, agar setting mudah dilakukan roda belakang bisa dipasang stand tipe Ulix (seperti huruf V terbalik atau sepedanya sekalian di jungkir balikkan (dengan sebelumnya memberi ganjalan di grip handle dgn balok kayu atau buku tebal agar shifter, handle rem dan asesoris di handle tidak rusak, tidak lupa memberi alas di bawah sadel agar kulit sadel tidak kotor). Lebih bagus lagi menggunakan stand khusus repair sepeda (ini tentunya harganya tidak murah).

A. Mengatur batas gigi Low dan Top  (Gigi Low berukuran paling besar, gigi Top berukuran paling kecil).  Yaitu dengan memutar sekrup adjustment H dan L (secara bergantian). 
  1. Mengatur Gigi Top (H) (pengaturan posisi Top dimulai karena paling mudah terutama pada pemasangan RD "Top Normal" pertama kali. Sebagai informasi, RD ada dua jenis Top Normal dan Low Normal, yang umum dijual Top Normal yaitu cage dan pulleynya pada saat tidak terpasang umumnya tertekuk dan kalau dipasang maka guide pulley berada dekat di gear sprocket paling kecil) sifatnya opsional jika sudah lurus.

  • Atur posisi rantai berada pada gigi sprocket (belakang) paling kecil terlebih dahulu, dan gigi depan pada posisi paling besar (di chainwheel)
  • Lalu putar sekrup H dgn obeng searah/berlawanan arah jarum jam sehingga posisi guide pulley berada tepat dibawah atau sejajar dengan Gigi terkecil
Diperlihatkan sejajar garis merah

2.  Mengatur Gigi Low (L) (pengaturan posisi L pada pemasangan baru setelah kabel shifter dipasang, barulah dapat dilakukan pemindahan ke Low) - Sifatnya opsional jika posisi sudah lurus
  • Atur posisi cage/guide pulley di sekitar bagian bawah gigi sprocket terbesar (apabila belum lurus).
  • Lakukan pengaturan sekrup "L" menggunakan obeng dengan memutar searah jarum jam/berlawanan jarum jam sehingga posisi guide pulley sejajar dengan gigi sprocket terbesar.
Sejajar garis merah

B. Setelah pengaturan atas bawah selesai maka dilanjutkan dengan setting ketegangan rantai atau dengan mengatur sekrup B-Tension hal ini dilakukan dengan memposisikan cage/guide pulley di posisi gigi low (gigi sprocket paling besar) dan gigi depan/chainwheel di posisi paling kecil, lalu atur sekrup B-Tension dengan obeng sehingga guide pulley hampir mendekati ke gigi sprocket terbesar tapi tanpa menyentuhnya lihat guide, lalu pindahkan guide pulley ke posisi dibawah gigi Top (gigi sprocket paling kecil) dan atur kembali sekrup B-Tension. Pengaturan ini sifatnya opsional jika sudah diset oleh bengkel/toko.




C. Hal terakhir untuk melakukan setting ketegangan kabel shifter (dan ini adalah yang paling umum dilakukan karena setelah beberapa lama pakai ketegangan kabel shifter bisa berubah ditunjukkan oleh rantai bisa pindah sendiri atau ghost shifting atau sulit pindah dari gigi kecil ke gigi lebih besar dan sebaliknya.
  • Pengaturan ketegangan kabel shifter bisa dilakukan melalui adjustment bolt dekat RD itu sendiri atau bila tidak tersedia adjustment bolt di unit shifter seperti gambar dibawah ini (diputar berlawanan atau searah jarum jam dilihat dari arah luar handle bar. Perhatikan cage/guide pulley akan bergerak ke arah yang sesuai dengan putaran. (lihat referensi)
  • Posisikan cage dan guide pulley di gigi 2 dari yang paling kecil. Tekan tombol shifter sedikit (sebelum akan pindah) Lalu putar crank sehingga rantai berputar, apabila rantai pindah atau terasa mau pindah ke gigi 3, putar adjustment bolt searah jarum jam.
  • Apabila rantai tidak bunyi (karena pada saat tombol ditekan sedikit maka cage/guide pulley akan mulai menarik dan mengarahkan rantai ke arah gigi 3, tapi belum saatnya), sehingga seharusnya rantai mulai bergesekkan dengan gigi sprocket ke 3 dari paling kecil (ada sedikit bunyi bergesekan antara rantai dan gigi sprocket 3.
  • Cara lainnya adalah coba pindahkan gigi dari 3 ke 2 dan sebaliknya secara bergantian apa bila pada saat shifter ditekan naik/turun gigi berpindah dengan cepat tanpa ada bunyi2 rantai bergesekan yang lama maka setelan ketegangan shifter cukup memadai.
  • Coba lakukan shifting dari gigi paling kecil ke gigi paling besar secara berurutan dan periksa apakah ada ghost shifting (pindah sendiri) atau rantai tidak mau/sulit pindah, putar adjustment bolt satu click searah jarum jam/dan sebaliknya sampai efek tersebut hilang. Perlu test beberapa kali.
  • Setelah semua perpindahan dari gigi sprocket Low ke High dan sebaliknya dapat bekerja dengan lancar, setting RD selesai.



Selamat mencoba.



Sepeda Keluarga: Light XC ke gerbang Tol Ciawi

Hari Minggu gowes bareng keluarga, bareng istri dan Bro's Davy & wife, cari rute yang lebih jauh dari biasanya. Berangkat dari rumah jam 6 pagi, Krn Bro's Davy telat berangkat maka janjian ketemu di club house Danau Bogor Raya (Bogor Lakeside). Gowes berdua istri setengah jalan ketemu Bro's Davy & Sherly, akhirnya titip istri dan sepedanya agar tidak kecapaian sampai di Lakeside. Lanjut gowes ke club house sendirian, lumayan sebagai pemanasan.

Setelah, siap lalu berangkat bareng ke arah Hotel Novotel, dari situ keluar dari kompleks perumahan ke arah jalan belakang perumahan yang sejajar jalan tol Jagorawi ke arah selatan. Menyusuri jalan aspal yang menanjak ringan, disini ada angkot, truk dan lainnya relatif agak ramai. Akhirnya ketemu jalan tol Jagorawi lagi kali ini lewat bawahnya semacam jembatan. Kalau jalan lurus maka kembali ke arah Tajur, sedangkan jalan kekiri yang relatif sempit dan dimulai dengan tanjakan terjal, kembali menyusuri jalan tol.

Jalan ini lumayan menarik karena diselingi oleh pemandangan ladang ke arah timur. Jalan terus menanjak ringan menysuri samping jalan Tol Jagorawi diselingi beberapa kali menyeberangi jalur pengairan dan masuk kawasan rumah penduduk, akhirnya sampai juga di dekat pintu tol Ciawi, ada persimpangan lagi ke kiri terus ke arah Rainbow Hill yang sudah pasti jalannya pasti menanjak sedangkan ke kanan kembali ke Katulampa dan Tajur, namun menurut penduduk disitu melalui jalan raya.

Karena bro's Davy tidak mau lewat jalan raya yang memang relatif pengap dan belum lagi kalau ada angkot berhenti mendadak membuat gowesan tidak nyaman, akhirnya diputuskan putar balik lewat jalur datang. Berangkatnya relatif lebih lama, sedangkan pulang karena melalui turunan lebih cepat dan menyenangkan, Jalur menanjak yang relatif panjang dibayar jalur pulang yang turun terus. Lumayan sekitar total 28km dari rumah, dan 18km dari Club House Bogor Lakeside merupakan perjalanan yang cukup panjang melalui jalur yang ada sedikit off road. Menambah jam terbang para istri.

Rute lengkap dan foto2 dengan geotag dapat dilihat di GPSed link berikut ini:
http://gpsed.com/track/3594969685966072507

Foto lainnya dapat dilihat di link berikut ini:
http://www.facebook.com/album.php?aid=65710&id=1315345580&l=b92a8bd1ef


Berikut beberapa foto dari Light XC bersama keluarga