Sunday, December 26, 2010

Bike Equipment: Giant Trance X0 Silver Red

Ubahan kali ini adalah modifikasi Giant Trance X0, yang sejak dibeli belum pernah mengalami modifikasi significant. Karena adanya si Reign Midnight Blue yang sedang menunggu kelahirannya, akhirnya si hardtail ATX7 rencananya akan dilego. Untuk itu komponen Red Anodized partsnya dipindahkan ke Trance X0 sekalian si Trance X0 lengser menjadi sepeda istri, agar lebih nyaman karena sudah full suspension.

Hampir semua komponen merah anodized dari si Putih-Merah Pimp up your MTB bike dipindahkan ke Trance X0, sekaligus tukar guling crank set dari Trance X0 dengan Anthem biru dan Shimano XT crankset pindah ke Trance X0. Pergantian crank set ke XT di Trance X0 lebih cocok dibandingkan dengan Race Face Deus XC yang warnanya hitam. Warna silver XT crank set menyatu dengan baik berikut BB hollowtech nya dengan warna frame Trance X0 2008/9 yang silver atau brushed alluminium.

Semua pekerjaan tukar menukar dan bongkar pasang dikerjakan sendiri dirumah... sambil liburan ngoprek sepeda...

Berikut foto-foto dari Giant Trance X0 yang sudah berubah rupa menjadi Silver Red Trance X0

Silver Red Giant Trance X0

Hub Novatec Best - Red Anodized
Ban Kenda Small Black 8 Pine scent (awalnya saja wangi :))
Handle bar dan Stem Pro, spacer neco red anodized yang murah
Bottle cage minoura red anodized sangat tipis jarang ada (beli di Singapore, sepertinya ada di Sepedakita)
Tutup pentil dadu warna anodized merah...


Seat post Pro dan KCNC seat clamp red anodized dengan Velo Plush untuk Ladies
Pedal Exustar red anodized
XT set 
Juicy 7 dengan knob adjustment warna merah cocok dengan token handle grip ring red anodized juga
Rim D-Lux dari Brave... untuk freeride dan all mountain spec... lebar nya 25mm internal
Fork FOX F-Series 120mm RL bawaan dari Trance X0 full bike
Rear Suspension Fox RP23 bawaan Dari Trance X0 full bike, rencana mau di swap dengan si Anthem RP2
Rear RD XTR bawaan dari Trance X0 full bike















General Topic: Giant MTB Rider Adam Craig dan Kelli Emmett

Koleksi photo-photo Giant Bicycle dan tentunya rider Favorite Giant... Adam Craig dengan Anthem Advanced SL nya... dan untuk ladies Kelli Emmett dengan Trance X Advanced SL 0 carbon frame. Foto-foto dari Facebook Giant Bicycle...

Adam Craig

Terlihat sudah pakai Helm Giro Xar yang baru dan Rabobank team costume
Setelah pulih dari cedera dan operasi lutut
Memakai costume national team


Kelli Emmett dengan costume biru muda dan helm Fox
Trance X Advanced SL 0
Super D champion Kelli Emmett...
Kelli Emmett dengan costume national team US



Friday, December 24, 2010

Sepedahan Keluarga: Biotrop - Rancamaya - Biotrop

Rencananya sepedahan di Rancamaya bareng istri dan Bro Davy-Sherly, untuk sepedahan ringan tanggal 24 Dec kebetulan sudah pada libur. Setelah janjian di sekitar Delima, lampu merah jalan baru akhirnya masuk ke tol ringroad Sentul Selatan untuk melaju ke arah Ciawi - Rancamaya. Di tengah tol tiba2 kepikiran bagaimana kalau berangkat lewat Biotrop ke Rancamaya dibandingkan sepedahan langsung di Rancamaya pasti asyik... yah pelan2 aja karena belum biasa jalur offroad berat.

Akhirnya kita keluar di tol Bogor-Pajajaran dan langsung ambil jalur menuju tajur - Biotrop. Sesampainya di Biotrop sepeda langsung di unloading dan persiapan untuk gowes. Kali ini pakai si ATX7 putih-putih, dengan ban putih (yang sebenarnya salah ban karena tadinya mau jalur onroad jadi semi offroad, jelas si ban putih langsung jadi coklat karena kotor terkena becek dan lumpur di jalur tanah, kembangnya pun tidak sempurna buat offroad meski claimnya dari Halo Tire bisa off-on road). Ambil jalur belakang dan langsung dihadang turunan dan tanjakan maut  TTB aja susah, dan perlu pelan2 karena para ladies agak berat untuk TTB turun di jalan licin.

Setelah lewat jalur maut, akhirnya gowes santai melewati jalan kampung, tanah dan macadam, sekali TTB di jalur batu menanjak yang cukup parah, mengikuti irama goweser yang belum biasa di jalur offroad.

Sampai di warung pertigaan lanjut langsung ke tanjakan ke arah Rancamaya, lumayan pada berat karena belum biasa menanjak. Akhirnya sampai juga di perumahan Rancamaya, dan dilanjutkan dengan gowes santai naik ke arah padang golf, tujuan akhir tempat foto2 dengan latar belakang gunung Salak. Sempat beberapa kali foto2 di jalur Rancamaya dengan pemandangan latar belakang kota Bogor.

Setelah selesai foto2 dengan latar pemandangan gn Salak akhirnya lanjut gowes turun. Untuk turun setuju untuk ambil jalur jalan raya saja agar menghindari jalan2 off road yang parah. Kali ini sudah agak terik dan jalan pulang harus beradu dengan angkot dan mobil2 di jalan Ciawi Tajur...

Bro Davy bilang jalurnya mantap... ok nanti lain kali cari jalur lain lagi...

Narsis dulu sebelum turunan maut...
 TTB di turunan maut licin dan terjal
 Sempat narsis di tanjakan maut setelah turunan maut
 Jalur dengan ki-ka kebun singkok
 Jalur masuk perkampungan
 Bro Davy...ayo lanjut
 Terlihat tanjakan macadam curam dari arah atas... kalau ban nya pas bisa digowes kok
 Sempat pada TTB di tanjakan terakhir sebelum warung pertigaan
 Mejeng dulu dengan latar belakang gunung
 Tanjakan setelah warung pertigaan di gowes santai aja...
 Foto-foto di Rancamaya dengan latar belakang lap golf, dan kota Bogor di kejauhan... keren
 Bro Aloy dan Sherly
 Narsis berdua dengan latar belakang gunung
 Panoramic view (click untuk gambar lebih besar)
 Bro Davy dan Sherly dengan latar belakang gunung Salak
 Di depan Golf View Rancamaya
 Dengan latar belakang lap golf dan danau mininya

Gps track, http://gpsed.com/track/3594969682637472230, jalur total sekitar 16km saja

Kontur track sekitar 200m elevasi cukup ringan


Thursday, December 23, 2010

Sepedahan Bersama: BNR - Biotrop - Rancamaya - BNR 2nd Trip

Kali ini sepedahan bareng Bro Aloy dan Haris (Ais) untuk mencoba jalur Biotrop BNR, karena berdua belum pernah. Janjian di BNR untuk taruh mobil disitu agar pulangnya lebih enak ngak perlu gowes siang2 panas lawan si hijau angkot. Kebetulan rencananya pulang gowes anak2 menyusul untuk berenang di Jungle.
Setelah sepeda di pasang ulang dan persiapan lengkap akhirnya langsung jalan, ternyata air minum ketinggalan di mobil dan supir sudah cabut. Sialnya toko2 disitu masih pada belum buka maklum hari Kamis hari biasa, yang sepedahan juga tidak ada.
Setuju untuk mampir di toko yang ada nanti waktu menuju Tajur-Biotrop. Setelah mampir di toko sekitar Sukasari perjalanan lanjut ke arah Biotrop, Ais ngebut dengan sepeda merek "S" nya yang baru... Ganti dari "G" ke "S" :).

Sampai di Biotrop istirahan sebentar, sempat ambil jalur yang salah untuk masuk ke pintu belakang, setelah ketemu langsung dihadang turunan dan tanjakan maut. Selain sudutnya yang curam, juga licin, berbatu dan kombinasi semen/beton. Rumus licin dan ban ngepot. Kali ini pakai Anthem (Waktu pertama pakai Trance) dan dengan ban 1.95 Maxxis Crossmark yang kenceng tapi sudah jelas kurang grip di jalur batu dan licin seperti ini.

Sayang gowes kali ini jadi kurang sip karena tidak bawa kamera. Sepertinya persiapan sudah lengkap ternyata masih kurang disana sini. Setelah gowes di jalur jalan kampung semi off road (macadam, tanah dan aspal rusak), akhirnya sampai di warung pertigaan jalan ke arah Rancamaya dan Cipaku (ke kanan). Beli minum dan Ais ngebul dulu sebentar, jalan dilanjutkan dengan nanjak santai ke arah Rancamaya. Sempat kelewat jalannya dan masuk ke terowongan jembatan jalan perumahan Rancamaya akhirnya putar balik dan masuk ke perumahan. Sampai di jalan perumahan nanjak santai lagi sambil lihat2 rumah mewah dan lapangan golf dengan golfer dan caddy nya. Akhirnya sampai di pertigaan Golf Rancamaya ambil kiri dan langsung turun ke kanan (ternyata salah jalur lagi) ketemu jalan turun langsung ngebut dengan berkali2 bunny hop/jump setiap kali ketemu polisi tidur. Sampai di pintu keluar baru sadar ini jalur yang salah. Wah, gila jalur yang salah nya di atas... dengan berat hati akhirnya gowes balik ke atas. Sampai di pos satpam ambil ke kanan akhirnya ketemu spot untuk foto2 dengan latar belakang gunung Salak. Ini baru jalur yang benar. Setelah selesai foto2 Narsis dengan BB nya Ais akhirnya lanjut dengan jalur turun ke Cihideung jembatan kereta api dan warung favorit untuk sarapan pagi.

Sampai di warung istirahat makan pagi buras + gorengan + teh manis hangat... mantap. Setelah cukup istirahat lanjut gowes lagi menyeberangi jembatan rel kereta api dan ambil kanan disambut tanjakan terjal dan tidak cukup satu namun berkali2 nanjak terus di jalur aspal rusak dan bagus bergantian. Akhirnya ketemu jalan utama langsug ambil kanan dan nanjak lagi sedikit dan akhirnya di beri hadian jalur turun.

di sekitar pertengahan jalan utama ambil jalan ke kiri masuk ke perkebunan, disini jalur memotong ke arah BNR berupa jalur single trek (serasa di Rindu Alam saja). Beberapa goweser sering ambil jalur ini dari bawah, tapi tentunya lebih enak turun... memakai Anthem dan clipless/cleat memang agak kagok tapi tidak mengurangi keasyikan melewati jalur single trek ini.

Sampai dibawah ketemu jalan macadam aspal rusak dan kembali ke jalan aspal dan keluar di BNR (sedikit di atas Jungle).  Selesai akhirnya trip BNR-Biotrop-Rancamaya-BNR.  Jalur asyik tentunya thanks untuk crew AAB Bangbarung terutama pak Sam senior goweser yang pernah menunjukkan jalur ini... Kombinasi On Road, Off Road, Single Trek, Tanjakan dan Turunan menyebabkan jalur ini tidak membosankan apalagi pemandangan gunung, sawah, kebun dan perkampungan memberikan selingan yang asyik... balik lagi aaah....

Jalur GPS BNR-Biotrop-Rancamaya-BNR total sekitar 25km

Kontur track sekitar 400m elevasi naik turun

Foto-foto courtesy from Haris Thambris BB

Di Warung pertigaan Cipaku-Rancamaya

Bro Aloy (di jalur salah bukan ke Rancamaya)

Sekali-kali di foto
Ayo putar balik salah jalur nih...
Ais dan Bro Aloy foto narsis dengan latar belakang Gn Salak di Rancamaya
Foto Narsis bareng Bro Aloy (Thanks Ais)
Foto-foto dulu sebelum menyeberang jembatan rel kereta api (setelah sarapan di Warung)
Tanjakan maut setelah rel kereta api, jalur semen di gowes langsung meleset... alias licin
Foto narsis Bro Aloy dengan latar belakang Kota Bogor... mantap disini viewnya.