Thursday, August 12, 2010

Sepedahan Sendiri: Breaking personal record again

Sepedahan pagi2 dari rumah jam 5:21 mengitari trek latihan yang memutar ke lampu merah wr. jambu sampai dengan putaran U setelah jembatan ke ara Villa Duta. Waktu pertama kali dicatat ukuran waktu diatas 30 menit satu lap. Kemudian menjadi 25 menit, dan terakhir 24 menit 10 detik dengan si biru Terrago lalu, 21 menit dengan si putih Kuwahara dan 23 menit dengan trance, baru pagi ini kembali mengukur waktu satu lap amazingly menjadi 17 menit 30 detik an kembali dengan si Biru Terrago.
Itu pun cukup tidak digenjot habis, perbedaannya, kalau waktu dulu chainring di mid gear (2nd), sudah beberapa minggu ini kalau menggunakan si biru Terrago selalu menggunakan largest chainring di depan, dan umumnya menggunakan smallest sprocket (plg besar di depan + paling kecil di belakang) waktu turunan dan tanjakan paling turun ke mid gear di sprocket (ke empat dari yang paling kecil). Meski menanjak di jembatan atas tol tetap pakai chainring terbesar + sprocket di no 4 dari kecil.
Dampaknya speed rata-rata meningkat diatas 15-20km.
Tentunya bertujuan untuk melatih otot kaki, meskin secara cadence mungkin tidak meningkat jauh. Tidak lupa setelah latihan makanan bergizi untuk menggantikan atau menambah sel-sel otot.
Next challenge ... tetap mempertajam lap record... dampaknya ke gowes endurance memang tidak banyak tapi lumayanlah ada perkembangan. Jadi benar adanya latihan membawa dampak baik otot maupun kemampuan jantung.

Tuesday, August 10, 2010

Bike Equipment: Deuter Bike 1 dan Deuter Race X

Setelah experiment gagal merubah ransel hydration pack dari warna orange menjadi hitam... akhirnya tidak punya tas hydration yang mantap untuk sepedahan. Browsing di internet, harga ransel yang hydration ready (tanpa hydration pack) tetap lumayan mahal terutama Camelback, Deuter dsb. Tiba2 ketemu tidak sengaja ada yang jual Deuter dengan harga lumayan miring di sepedaku dan ada di Facebook "Tas Sepeda Keren" harga miring waktu itu katanya produksi Vietnam (licensed khusus pasaran Asia). Sempat ragu tapi akhirnya nekat juga pesan. Habis pesan dan bayar ternyata di google ada barang Deuter palsu yang dijual di Malaysia dan sama dari Vietnam melihat fotonya ngeri juga... karena seperti tiruan gagal habis. Tapi karena kepalang sudah pesan yang di terima saja lah.
Tidak sampai 2 hari barang datang di rumah dibungkus plastik sekilas lega juga melihatnya karena bentuknya udah sama dengan barang aslinya. Belum sempat dibuka, habis pulang kantor mandi, makan dan temani anak2 tidur. Baru malamnya dibongkar dan ternyata mantap banget... Kualitas tidak kalah (kalau memang bukan asli) baik bahan tas, dan karet2 pengikat pinggang yang terbuat seperti dari bahan karet dan berbentuk jaring2, lalu air flow di sisi punggung semua kualitas mantap. Ada juga rain cover built in baik di Bike 1 dan Race X. Namun di Bike 1 ada jaring lentur untuk menyimpan helmet.
Kantung lumayan banyak yang kecil, besar dsb, khusus Race X ada kantung kecil diatas sepertinya bisa buat simpan player dsb. Sayang disisi ikat pinggangnya tidak ada kantong buat simpan hp. Bike 1 ukuran 20 liter cocok untuk perjalanan jarak jauh bisa diisi baju ganti, peralatan pendukung sepeda, makanan dsb. Untuk Race X ukuran 12L cocok untuk jarak menengah, keduanya bisa diisi hydration pack/streamer 3 liter.
Dengan harga tersebut (tanpa streamer nya, karena sudah ada yang murah buatan eiger dan satu lagi beli di kaskus) dan kualitas barang nya sudah pasti Value for Money. Batal deh pesan di Chainreactioncycle.com.
Boleh dicoba sayang sepertinya cuman ada Bike 1, Race X dan Race Exp X, padahal sedang chari yang ukuran kecil atau compact exp 8 warna biru siapa tahu ada... buat short trip... sekali lagi recommended.

Foto Brosur



Bike 1 ukuran 20L (kempes tanpa isi)

mencoba helmet net (tapi kurang gembung nih)

Kantung rain cover dibawah

Rain cover warna hijau/kuning stabilo

Kantung serba guna kecil di depan

Isi tas didalam (dan tempat hydration pack)

Airstripes from Deuter... dgn bantalan kotak2 dibalik jaring

Ikat pinggang jaring dari bahan seperti karet

Card guide lengkap

Race X ukuran 12L

Teknologi air stripe sama namun pengikat punggung bukan solid tapi jaring dengan bahan seperti karet sehingga tidak menghalangi aliran udara ke dada

Velcro untuk menjepit selang streamer/hydration

Kantong kecil di Race X serupa dgn Bike 1

Kantung kecil di sisi atas punggung sepertinya bisa untuk player atau ipod dsb

Built in rain cover juga std ada



Tuesday, August 3, 2010

Sepedahan Keluarga: Car Free Day Jakarta

Sekalian liburan bareng keluarga pilih nginep di Jakarta aja dan tentunya bawa sepeda untuk mencoba gowes keluarga di Sudirman-Thamrin waktu Car Free Day. Kali ini CFD jatuh di bulan puasa, ternyata tidak rugi juga karena relatif sepi tidak sepadat CFD biasanya, sehinga udara dan gowes bareng terasanya nyaman. Jalur mulai dari Bunderan HI (Nginep di Ascott di belakang Grand Indonesia), lanjut ke Monas, disini Hudsen my friend yang gowes dari rumah gabung dan kita lanjut gowes ke Sudirman putar balik di depan Ratu Plaza. (Hanya saja puteran di depan Ratu Plaza agak berbahaya karena jalur mobil masih terbuka sebelum ditutup kembali tepat di depan Ratu Plaza. Yang Jualan masih lumayan ada, beli celana sepeda, Hudsen my friend sepertinya borong jersey/celana tuh. Oh ketemu Brian-Epey yang sudah tinggal di Jakarta, ternyata apartmentnya tidak jauh dari HI, dan kita foto2 bareng anaknya si Darren di Bunderan HI, kapan lagi... Narsis di Bunderan HI kalau ngan ikutan Demo mungkin ngak kesampaian he.he.

Persiapan mulai dari Bunderan HI, banyak Fixie bertebaran, with My Daughter Dhea
My Wife and my Eldest Daughter Vara
Narsis di depan Patung Kuda dekat Monas
My Wife Narsis Dulu
My Friend Hudsen baru tiba
 Thamrin yang relatif lenggang

 Nunggu lampu merah ada petugas CFD loh, keren
  
Kembali di Bunderan HI
 My Friend Hudsen narsis dulu
 Polisi bersepeda juga... mantap
 Hyatt dan Plaza Indonesia in the background, HI yang lenggang
 Goweser unik di Sudirman
 Gowes di Semanggi...
 Sebelum putar balik di depan Ratu Plaza
 Ketemu my other friend Brian yg tinggal di Jakarta beserta Seli Dahonnya
 Foto bareng keluarga Brian-Epey-Darren di HI
 Panoramic view of HI
 Foto gowes keluarga di HI

Sunday, August 1, 2010

Sepedahan Bersama: Gn Pancar 2 dan Turun Off Road

Sebenarnya sepedahan kali ini iseng aja dan ajak Bro Aloy, tadinya ada rencana anak2 berenang jam 10 jadi cari yang lumayan agak jauh tapi bisa pulang cepat. Akhirnya diputuskan ke Gn Pancar. Karena anak2 ngak jadi berenang jadi agak santai, tetapi pengin cepat aja baliknya.
Berakngkat dari rumah sekitar jam 6:15, Bro Aloy tiba skt jam 6. Langsung siap2 jalan ke arah Sentul Belanova lewat off road pinggir Tol. Sampai di Sentul makan waktu sekitar 30 menit agak santai, ngikutin pace Bro Aloy.
Dari situ langsung tancap gowes ke arah Babakan Madang (setelah mendekati gerbang Sentul) belok kiri ke arah jalan Babakan Madang (belok kanan di pertigaan).
Lumayan agak jauh dan menguras stamina, makan pagi cuman diisi roti, Bro Aloy tampak lumayan kecapaian. Setelah istirahat sebentar di warung dekat Jembatan, ada beberapa goweser yang lewat tampak mau naik ke atas juga sepertinya.
Setelah tiba di pertigaan ke arah Gn Pancar jalan turun sedikit lalu langsung nanjak 45 derajat dan tanpa henti sampai pintu gerbang. Tadinya pengin tidak berhenti akhirnya sempat berhenti sekali. Lumayan lah dulu pertama kali berhenti 2 kali dan cukup lama kali ini stamina dan otot kaki lebih terasa kuat. Namun tetap saja sampai di pintu gerbang Gn Pancar kaki mulai lemas otot panas karena cukup di paksa nanjak. Bro Aloy juga lumayan kecapaian karena baru pertama tapi gigi tetap mencoba nanjak. Sampai di gerbang bayar 2000 per orang. (Dulu digetok 7000 wah sial juga). Langsung jalan nanjak lagi di hutan pinus. Sampai di pertigaan ke arah Giri Tirta tadinya mau coba ke sana dulu jalan off road macadam namun setelah tanjakan pertama terlihat jalan menurun dan kebayang jalur kembalinya nanjak lagi, bikin malas aja karena di daerah Giri Tirta sudah pasti ngak ada Warung untuk istirahat, akhirnya diputuskan putar balik dan kembali ke tanjakan ke Gn Pancar dan berhenti di Warung tempat nongkrong para DownHiller.
Pagi itu sudah ada yang DH sendirian padahal semalam hujan besar sudah kebayang jalan tanah pasti licin habis. Ternyata benar, pas lagi nongkrong minum teh manis hangat dan makan Pisang goweser DH yang baru naik lagi pakai pick up (wah ngak aci nih para DH memang malas ya). Cerita waktu turun licin abis di dorong aja licin, tapi ternyata ada 2-6 orang yang datang bersamaan langsung menurunkan tunggangannya. Ada yang Pakai Intense DH, SantaCruz, Glory dsb, mantap memang perlengkapannya.
Setelah minum teh manis hangat dan embat 2 pisang langsung diputuskan untuk balik karena jam mendekati jam 9. Kali ini tidak turun di jalur aspal namun ambil ke arah kiri jalan macadam off road untuk turun ke arah Sentul mau coba jalur off roadnya. Waktu turun sempat tanya dan diarahkan ke jalur villa bukan ke Sentul jadi putar balik lagi. Dan setelah menemukan jalan yang tepat langsung melaju turun di jalur tanah yang cukup licin namun padat. Seat post langsung di drop dengan gravity dropper biar asyik dan kaki bisa menapak.
Di jalan turun ketemu hiker 2 orang dari bawah sekalian tanya jalur nya benar, dan sekaligus dapat info jalan parah, dan jeblok. Hmm... namun sudah kepalang akhirnya tetap di laju turun. Ternyata benar jalur tanah merah bergelombang besar, sempat nyusruk pelan setelah menabrak gundukan tanah setelah direm mau ambil jalur lain, terlambat untuk pelan jadi tidak ada apa cuman tanah nyangkut ke handle dan kena GPS.
Jalur tanah tambah parah dengan tanah merah gembur yang melesak bila dilalui, pilih jalur hati2 dan yang parah tanah nempel abis di ban dan nyangkut di chain stay sehingga ban sulit bergerak.
Akhirnya ketemu sungai langsung cari jalur turun ke sungai untuk cuci ban dan chainstay dulu melepaskan lumpur tanah merah yang nyangkut.

Cuci ban bareng Bro Aloy


Setelah cuci ban selesai jalan dilanjutkan masuk kampung ke arah Sentul lewat sebuah tembok yang dibobol. Ternyata jalan tembus dan tiba di bagian Sentul diseberang Bukit Sentul. Hanya saja lewat sini ada satu yang tidak enak nanjak lagi ke arah Taman Fantasi Taman Budaya, lumayan stamina yang sudah terkuras dan belum sarapan yang benar disuruh nanjak lagi. Setelah itu turun ngebut ke arah Bellanova, dan kembali ke jalur pingir Tol tak terasa jam bergerak terus. Sambil nunggu Bro Aloy yang ketinggalan dibelakang. Sampai dirumah cukup cape juga, apalagi Bro Aloy yang baru pertama gowes lebih dari 2 jam an. Meski pelan2 dan dengan gigih akhirnya sampe di rumah dan langsung tancap pulang. Saya sendiri mandi dan langsung berangkat lagi untuk menunaikan tugas belanja mingguan ke supermarket bareng keluarga. Minimal sudah ketemu jalur off road ke Gn Pancar.
Peta Jalur Gn Pancar dan Off Road turun


Jalur GPS dapat dilihat di www.gpsed.com
http://www.gpsed.com/track/3594969682872229743